Kategori

artikel (14) Balada (15) Bangka Belitung (58) Cerita (58) gambar (51) Jurnalisme (43) Long Road... (19) Pantai (20) Renungan (26) Sajak lagi (14) Sungailiat (32)

Rabu, 14 Maret 2012

Berkelana ke Pulau Tige

Dulunya daerah cukup terkenal sebagai tempat pelatihan karyawan PT.Timah. BIO Islands Outdoors sesuai dengan namanya memang sangat cocok menggambarkan daerah yang berpasir putih terlebih adanya tiga pulau kecil berjejer di depan pantainya. Pemandangan itu dipercantik dengan khazanah bebatuan ragam bentuk. Terurai dan berserakan begitu saja di pinggir pantai. Bebatuan itu memanjang hingga ketiga pulau. Menciptakan semacam imaji tersendiri.

Pertengahan tahun 90-an hingga 2000, kawasan yang terletak di desa Deniang ini semacam ekslusive run away. Menyimpan pesona dan daya pikat yang tak diketahui ramai orang.  Kecuali penduduk lokal dan nelayan yang melabuhkan perahu mereka di teluk kecil di areal tersebut.  Bagi yang pernah ikut dalam pelatihan di tempat tersebut, pasti bersepakat akan keindahan tempat itu. Fasilitas nomor wahid dikarenakan pengelolaan berbasis manajemen perusahaan terkemuka.

Senin, 13 Februari 2012

Rambak, Pantai Nan Eksostis

Pantai Rambak terletak di deretan pantai-pantai arah timur Sungailiat. Ada sejumlah pantai dilokasi ini antara lain, Pantai Tanjung Pesona, Teluk Uber, dan Tikus. Pantai Rambak semacam alternatif tujuan wisata lokal. Pantainya luas dan berpasir putih. Bebatuan agak sedikit ditemui di sepanjangnya.
 
pantai yang cukup terkenal di sungailiat         
 
 

Selasa, 07 Februari 2012

In Memoriam of Bak

Salam, dulunya pernah “berjuang” melawan Belanda. Konon saat itu ada pejuang lokal yang sembunyi di hutan-hutan Baturusa. Dan Si Salam ini tukang antar makanan ke pejuang itu. Salam dari dulu hingga meninggalnya ia di tahun lalu, seorang Petani Lada dan Karet. Minum air dingin tiap pagi dan menghindari penyedap rasa. Berperahu ke kebun. Akrab dengan sungai serta kepiting remangok.

Punya anak empat orang, Wo Ni, Nga, Cu dan Isnaidi. Isanidi anak nomor tiga. Sama seperti tiga saudara lain Cuma sekolah dasar saja. Sebab sebagai keluarga Petani, konsep sekolah tiada dipandang tinggi. Selain memang karna kurang biaya.

Hamidah, istri Salam tergolong keluarga berada. Di usia tua nya itu, masih jelas jejak ayu masa muda itu. Ketika jaman Jepang, Hamidah “diselamatkan” Salam. Mungkin mereka dulunya tidak pacaran. Sebab kalau tidak langsung menikah, bisa-bisa Hamidah dijemput paksa Jepang. 

Rabu, 25 Januari 2012

Air Wafaq Tolak Bala ; Ritual Adat Rebo Kasan

Guci tempat air WAFAQ
Kumandang azan terdengar di pagi pukul 9 lewat, tidak biasanya dan janggal. Lepas dari itu suasana sempat hening sejenak, perlahan-lahan tetua itu beranjak menuju guci berhias daun kelapa. Ia  lalu merapalkan semacam mantera. Tak berapa lama, piring kecil beraksara arab itu dimasukan ke dalam guci berisi air.

Sejumlah panitia kemudian membagikan ketupat lepas kepada tamu udangan. Doa-doa tolak bala mulai dipanjatkan. Pada akhir doa, di hitungan ketiga kata amin. Serentak ujung daun ketupat itu ditarik bersama-sama. Satu ketupat lepas untuk dua orang.

Acara tak berhenti disitu, beramai kemudian orang mendatangi guci meminta airnya. Itulah air wafaq. Sebuah air yang dipercaya bisa menghalau bala. Ada yang membawa gelas, bekas botol minuman untuk menyimpan airnya.

Minggu, 08 Januari 2012

Dibuai Pertiwi

Pertiwi ibarat buaian diri
Dalam fajar memerah dan bakau berselimut embun
Sebuah pagi,  dimana sungai seperti kawan bermain
Biduk dikayuh seperaduan sungai
Tak jengah seolah hidup adalah aliran itu…
Keras namun lembut

Pertiwi ibarat Senyawa
Ketika senja menjelang…Asap tanah bakar bersenandung
Sebuah hari, perolehan diri dan pada tiap jengkal semai lada
Nafas tiada terkira..tiada jengah, namun bahagia dalam hati
Membawa bingkisan ke pondok, dan kami berebutan
Pada segalanya…

Ia, gurun sahara itu…megah, atau pada semi, anggun daun warna warni
Granit pada pantai..kokoh pada ombak, tiada tersungkur
Elang  terbang tinggi, membawa ikan pada anak yang lapar
Beringin, dahan yang kokoh itu…memberi teduh tiada terkira

Aku pasti merindui masa lalu, mengukur seberapa jauh jarak lapang
Tentang petak lada, tentang kelekak..durian,
Bicara tentang hidup sebenarnya, tak ada kata lelah

Aku pasti merindui masa lalu..tentang seseorang yang merangkul ku
Bicara tentang dongeng..dan memancing bersama.
Tentang memberi dan selalu memberi selamanya
Tidur di sela lengan pada sudut rumah papan

Seseorang yang riang dan hangat,
Senyum itu tak bisa ku lepas…hingga akhir hayat
Kasih sayang sepanjang zaman***

Minggu, 18 Desember 2011

Foto Bagus yang Bikin Penasaran

sample model bangka belitung :-D
Semakin bagus..semakin bersemangat, ini kata kawan fotografer. Rasanya makin tak puas bila dapat yang bagus. Jadi ingat kalimat one shoot one kill. Satu jepretan bagus mengandaskan segalanya. Satu jepretan sebagai pamungkas, kurang lebihnya.

Bicara foto bagus memang tiada habisnya. Sebab ukuran bagus pun bisa relatif. Selain relative, ia pun berjenjang pula. Jadi tak heran, dalam kelas fotografi dibagi dalam kelas basic hingga advance itu. Untuk menegaskan bahwa sebuah foto adalah dunia tersendiri. Rimba fotografi tampaknya tiada habis ditelurusi.

Selasa, 13 Desember 2011

Pensiun oh Pensiun


Ceritanya berawal ketika saya menikmati makan siang di depan rumah sakit di Sungailiat. Kata ibu penjaga warung makan, orang yang telah pensiun sering sakit-sakitan. Dulunya ketika bekerja, mereka sehat namun setelah lepas dari kerja, mereka jadi sering sakit-sakitan. 

Bisa jadi asumsi ini ada benarnya, pikir saya. 

Pembenaran bahwa pensiun menandakan tidak produktif lagi. Tiada pengakuan sosial. Tiada reward dan status bahwa anda bermanfaat. Anda menjadi tidak berguna dalam ungkapan kasarnya. 

Meski tentu saja tiada semua sepakat pada asumsi diatas. Namun kerja dan jabatan adalah sebuah predikat sendiri. Sebuah pengakuan tersendiri. Jauh kalau mau ditarik lebih dalamnya, bahwa ketika anda bekerja, anda adalah manusia sebenarnya.