Sabtu, 18 April 2015

DC, Washington DC, akhirnya sampai juga




Menginjakkan kaki ke ibukota negara adidaya, Amerika Serikat terasa spesial. Kekhususan itu saya alami selama lima hari dan empat minggu, 8-12 April 2015 dalam agenda seminar pengayaan Fulbright. Menginap di hotel terbaik, Marriot hotel yang lokasinya berada dekat dengan Capitol Hill dan White House itu. Saking dekatnya, anda tinggal berjalan saja ke tempat itu selain tentu saja beragam museum yang tersebar di sekitarnya. Terasa spesial lagi untuk agenda kali ini, saya tak perlu bayar, sebab semuanya ditanggung sponsor terbaik. Program Fulbright memang tidak main-main dalam men_treat penerima beasiswanya.
  • i

Sabtu, 04 April 2015

Belajar dari Silver Dollar City; Live Show Budaya Cowboy Amerika



 
Horse Man

Spring break kemarin, saya bersama teman-teman mahasiswa internasional Arkansas Tech University travelling ke Branson Missouri. Perjalanan wisata dua hari satu malam itu ternyata cukup berkesan dan mampu mengusir tekanan selama perkuliahan semester Spring ini. 


Branson di negara bagian Missouri adalah sebuah kawasan wisata yang cukup terkenal di daerah selatan. Seperti dikutip dari Wikipedia,”Branson has long been a popular destination for vacationers from Missouri and neighboring areas. The collection of entertainment theaters along 76 Country Boulevard (and to a lesser extent along Shepherd of the Hills Expressway) including Dolly Parton's Dixie Stampede, has increased Branson's popularity as a tourist destination. Branson now draws visitors from all regions of the country, mostly by car or bus.”

  • i

Minggu, 15 Maret 2015

Selain Dangdut,You Tube buat Selera Musik lebih Bervariasi


Semenjak di US, konsistensi bermusik tampaknya berubah-ubah. Akhir-akhir ini, I often listen to Lionel Richie, sejumlah lagunya Stuck on You, Hello and Lady kini mengiringi siang dan malam. Beberapa bulan lalu, saya terus-terusan  mendengarkan AXL’s dengan dua lagu pamungkasnya itu, Andai Dapat Ku Undur Masa dan Aku lah Kekasihmu. AXL’s ini bukan vokalisnya Gun Roses itu loh, tapi ini band melayu asal Malaysia. Saya mendengarkannya siang malam, ketika di Perpustakaan kampus atau di malam-malam yang dingin di dorm ketika jelang tidur. Kehadiran You Tube benar-benar membuat pilihan lagu menjadi kaya dan bervariasi. Untung saja saya belum pudeng* dengarkan lagu-lagu Sunda.

Entahlah, ada banyak hal yang bisa jelaskan mengapa saya bisa suka lagu-lagu tertentu untuk waktu tertentu. Yang pertama tentu saja, You Tube membuatnya mungkin. Kecepatan internet di US tidak usah diragukan lagi, tak ada istilah ngadat dan lelet. So, hampir dipastikan, mencari hiburan murah meriah yah dengan ber You Tube ria itu. Tak perlu bayar duit itu ini. 

  • i

Sabtu, 07 Maret 2015

Orang Bangka ber-Winter Ria di Arkansas Amerika Serikat

 
Saya ketiak snow war
Apaaa...sebentar lagi Spring ?, itu artinya saya sebentar lagi melewati Winter di tahun 2014 ini. Tanpa sadar, saya akan melewati musim yang dingin dan beku. Sayang rasanya peristiwa Winter itu tidak saya ceritakan lewat diari publik ini. Ada sejumlah foto yang saya abadikan untuk melengkapi pengalaman ber-winter di negeri Paman Sam ini.

Ada empat musim yang berlaku di US yakni Summer, Fall, Winter dan Spring. Siklusnya akan memakan jangka waktu kurang lebih tiga bulan. Winter dimulai sekitar Desember 2014 lalu hingga Februari 2015, setelah sebelumnya di awali Fall sejak September-November lalu. Sebelumnya juga saya lewati Summer yang panas sejak saya tiba di US, Juli hingga Agustus. Kurang lebih ada tiga bulan untuk keempat musim itu. Jadi, saya ceritanya sebentar lagi akan memulai Spring di Maret hingga Mei nanti.
  • i

Sabtu, 14 Februari 2015

Joged-joged Valentine Day dan Seks Bebas di Amerika



Valentine Day sebagai hari kasih sayang yang katanya sedunia itu tak menjadi momen istimewa bagi saya. Ia adalah sesuatu yang asing dan menjijikan. Prilaku yang akan menjerumukan pada perzinahan. Begitulah pikiran saya, setidaknya beberapa jam yang lalu. Tadi, saya baru saja menghadiri Valentine Day di kampus, dan saya tak menemukan pria dan lelaki melakukan perzinahan bebas. Ada apa ini, bukankah Valentine Day itu dosa.


Jujur saja, saya tak pernah merayakannya dan tak berniat untuk memikirkannya. Saya ingat selama lima tahun menjadi penyiar, saya tak pernah mengembar-gemborkan hari besar pasangan itu. Ketika teman-teman penyiar menyebut-nyebut selama jam siarannya dan sms request lagunya disertai selamat hari valentine itu, saya kebalikannya, sengaja mendiamkannya. Begitulah, hingga kini, saya tak akrab dengan konsep hari berkasih sayang itu.

  • i