Sabtu, 30 Agustus 2014

untuk Pelita pelita

Jika angin bisa berkata, tempuhlah samudera biar ku bawa
peluk tuan meski sebentar, untuk pelita pelita penghuni rumah

Jika angin bisa berkata, terbanglah kami di puncak langit
kami bawa air mata tuan, pada lentik jemari berhimpitan

Cinta dititipkan pada ujung cemara
agar angin dari gunung bawa ia
pada mereka
yang bermain bersama

"For my angles, Hope you all be fine and always be cheer up, smile, grow healthier, Miss You all"
(aksansanjaya. Russelville. AR)
  • i

Enam Minggu di Kansas University





Akhirnya, satu bulan lebih lewat, dan kami harus meninggalkan Lawrence, dimana Kansas University berada. Sebuah kota kecil dan universitas yang sama-sama indah dan megah.

Rasanya tak ingin berpisah ketika Rabu, 13 Agustus tiba, hari terakhir bagi kami sebagai peserta Pre Academic Program Kansas University. Sejak dimulai 29 Juni lalu, enam minggu lamanya 21 peserta dari berbagai negara digembleng dalam satu rasa dan satu asa, sehingga tak bisa dipungkiri kami terikat secara emosi satu sama lain. Sehingga ketika Rabu terakhir itu tiba, ada sedih terasa. Masing-masing akan terbang menuju universitasnya masing-masing yang tentu saja tersebar di seluruh kota di US.

  • i

Minggu, 27 Juli 2014

Berlebaran Tak Cukup Broadcast Pesan



Idul Fitri akan segera tiba dalam hitungan jam. Besok pagi keluarga dan handai taulan akan bergegas ke masjid, bersama ratusan orang lainnya. Wajah-wajah mereka ceria dan hati dipenuhi suka cita, bukan karena baju koko baru dan mukena baru itu, namun karena ada bahagia di satu Syawal. Yah, hari pertama selepas Ramadhan adalah tentang bergembira dan pemaafan pada segalanya.

Kita kemudian akan melupakan sejenak pertempuran Juli kemarin. Para orang tua akan duduk tegak, dan anak, menantu serta cucu akan membungkuk. Menengadahkan kedua telapak tangan, memohon maaf atas salah dan khilaf setahun lalu. Sanak keluarga akan datang berkunjung dan berjumpa seraya bertangisan. Sepupu jauh meski letih sehabis jet lag, akan tersenyum bahagia menjumpai orang tua dan keluarga. 

Sesudahnya, riuh rendah ruang keluarga dan dapur dipenuhi seperadik saudara datang bertamu, sembari membelah ketupat dan menakar rendang, menuang sup, mencicipi sambal bawang, memotong kecil lepat, menyendoki gulai ayam panas kemudian menyajikan dan melahapnya diatas meja bertaplak kain baru bermotif bunga kenanga. 

  • i

Senin, 07 Juli 2014

Living at Lawrence

Ketika saya menulis cerita ini, saya sedang berada di Lawrence Kansas City, US. Sebuah tempat yang sangat jauh, sekitar 15000 km jauhnya dari Indonesia. Sebuah kota kecil yang indah, dimana Kansas University berada. Sejak 1 Juli lalu saya menginjakkan kaki ke negeri Paman SAM ini, terhitung sudah enam hari saya disini.
 
Yah, Lawrence tak pernah saya dengar sebelumnya, adalah sebuah kota pendidikan, dimana sepertiga penduduknya adalah mahasiswa dari 80 ribuan total penduduknya. Kota kecil namun daerah midwest ini menawarkan rasa Amerika yang asli. Rumah-rumah dan tamannya memberikan flashback tentang film-film Koboi yang saya tonton dahulu. Belum lagi, hektar_an kebun jagung dan kentang terhampar luas disisi kiri kanan jalan, menegaskan lagi suasana ala barat yang liar yang kental kuda dan pistol serta topinya.


Kansas Union tempat orientasi mahasiswa di KU

  • i

Rabu, 04 Juni 2014

Padepokan Tiga Agama di Kaki bukit Rebo


Pemandangan Pagoda dari bawah
Padepokan ini bisa menjadi icon wisata baru di Sungailiat. Letaknya yang berada diatas perbukitan, membuatnya seolah menjulang ke angkasa. Diantara perbukitan Jalan Pantai Tikus Rebo – Sungailiat, warna merah tua atapnya kontras dengan hijau pepohonan. Ditambah jalan aspal menuju bangunan ini lebih rendah, sehingga pengunjung melihatnya makin megah dan gagah.

Ada yang menamakannya pagoda, kuil, kelenteng atau vihara. Sejauh ini belum ada informasi pasti mengenai nama bangunan ini. Informasi singkat, bangunan ini dibangun oleh yayasan beretnis Tiong hoa, Yayasan Bangka Jaya Lestari. Bangunan itu disebut Padepokan Kebudayaan Bangka dibangun sejak sekitar 2008 silam.  

  • i

Senin, 26 Mei 2014

96 orang Indonesia terima beasiswa "Fulbright"


Bersekolah keluar negeri tentu saja perlu persiapan. Persiapan biaya, mental, fisik serta seabrek proses administrasi dari apply universitas hingga bikin visa. Melelahkan memang, namun tiaptahun ada ratusan pelamar yang ingin kuliah di luar negeri, baik dengan biaya sendiri atau dengan beasiswa.

Kuliah di luar negeri, terutama ke Negara-negara maju semacam Jepang, Eropa dan Amerika menjadi semacam impian tersendiri bagi sebahagian pencari ilmu di Indonesia. Adalah fakta tersendiri bahwa Indonesia masih berada di posisi negara berkembang, dimana institusi pendidikannya tentu saja masih berkembang. 

  • i

Kamis, 22 Mei 2014

Two Thumbs Up for Teungku Sayyid Deqy



 
Korpus Mapur

I have been reading “Korpus Mapur dalam Islamisasi Bangka”, a book by Teungku Sayyid Deqy, an ordinary man from Belinyu, North Bangka that working as a staff of clinical center company in Pangkal pinang. His great works resulted in more 580 pages, full of raw information about myth, legend, oral stories, pictures, writen information or a lot of transcripts about early Islamization in Bangka.


I adore this man, his research inspired us not only about early research in Bangka but also his greatest motivation to write history, which less people would do it. Commonly, this kind of research wasted a lot of money, plus this long research took long time and physic endurance. His eight years research inspired us that great works need more consistency and comittment than as most people did as ussual.

  • i